sifat hakikat dalam bukti

kalau berani hidup,
di situlah akan adanya mati..
kalau bersenjatakan roh,
peperangannya ialah ajal.

Wednesday, 25 July 2012

mursyidku dan sahabat2ku..


Pada pimpinan yang tidak kulihat…
Aku mulai merasa erti rindu…
Bertaut wajah tidak pernah..
Apatah menciumi tangan dan menghidu harumanmu…

Merabithahkanmu…
Mengharapkan kehadiranmu aduhai Seyda Q.S…
Kadang dikau menghadiri mimpiku…meniup rasa rindu…
Pada Ramadhan ini..pada detik ini…
Aku terlihat erti kemuraman diwajahmu…
Umpama desakan sakit..memikir umat yang jatuh..

Ya Allah…
Ramadhan menjelang…
Ramadhan bercahaya malamnya…
Aku doif kini…menumpang cahaya mereka yang ‘Arifbillah…

Pada jalan yang kulalui ini…
Sempurnakanlah rasa cinta yangtersekat,..
Pada haluan yang kujalani…
Selitkan RedhaMu…

Untuk sahabat yang tidak kupandang…
Dikau tali-tali yang tak pernah putus…
Mengheret dan mengheret..
Bila ada yang terjatuh…maka ada yang bersimpati…
Semoga kasih sayang bersambung seperti arus tak terlihat,,,….

Wednesday, 6 June 2012


Jika kau dengar jeritanku ini...
Menyahutlah..
Betapa ku rindukanmu..
Jika kau ketakutan mendengar pekik guruh..
Waktu awan menangis..
Tahulah dikau aku memikirkanmu..
Jika kau dengar sayu alunan gitar..
Berbunyi lagu sedih..
Begitulah alunan suaraku..
Tak pernah tenang bernada lagu kecewa..
Telah banyak tulisan yang kuhamparkan..
Yang kujalin-jalin berantai..
Di kertas putih bercoret-coret perit..
Bangun tidurku kadangnya terbayang baris gigimu..
Terpejam mataku adanya mendengar buruk tentangmu..
Sakitnya jiwa..
Seperti hilang tulang belakang tak mampu bertongkat berdiri...
Bertahun aku memendam..
Bertahun aku kesakitan..
Memikirkanmu umpama menanti waktu berhenti menunggu..
Walhal itu adalah halaman hati yang bersepah dengan kenangan...
Sekejap aku lupa memikirkanmu..
Dan untuk itu,kau hadir bertahun menyesakkanku..
Waktu tak pernah berhenti..
Cukuplah aku melambaimu dari jauh..
Agar tidak kunampak wajahmu..
Tidak kulihat senyuman ajaibmu..
Lantas tidaklah aku jatuh menangis memujamu..